Info Teknologi

for Bungzhu Zyraith

Yahoo Tantang Developer Mobile Indonesia 3 April 2009

Diarsipkan di bawah: Berita — Bungzhu Zyraith @ 12:49
Tags: , ,

Selain mengenalkan wajah baru Yahoo! Mobile, Yahoo juga menantang developer Indonesia unjuk gigi dalam kompetisi Yahoo! Mobile Development Award.

Dalam kompetisi ini, para developer diminta mengembangkan aplikasi yang dapat berjalan di Yahoo!Mobile.

Untuk membuat aplikasi tersebut, Yahoo telah menyiapkan platform khusus bernama Yahoo Blue print versi 1.1. Kompetisi ini akan dimulai pada Sabtu (4/4/2009).

Pemenang favorit akan diganjar uang tunai USD 10 ribu. Sedangkan win of the winner dapat tambahan USD 10 ribu.

“Kami percaya masyarakat Indonesia mempunyai bakat luar biasa untuk bergabung dengan acara ini,” ujar Turochas Fuad, Head of Mobile, Yahoo Mobile Southeast Asia di Riztcarlton Hotel, Jumat (3/4/2009

Sejauh ini, papar pria yang akrab disapa T, di Indonesia sudah terdaftar sekitar 70 tim. Setap tim terdiri dari 3 orang dan bisa juga diikuti oleh perorangan.

source :
detikINET

 

Baterai Ada ‘Virusnya’? 3 April 2009

Diarsipkan di bawah: Berita — Bungzhu Zyraith @ 12:47
Tags: ,

Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology telah melatih sebuah virus kecil untuk melakukan perintah para peneliti, Kamis (02/4) kemarin, yang diyakini bahwa virus tersebut dapat membuat baterai lithium lebih powerful dan efisien. Virus tersebut diubah menjadi dua gen oleh peneliti, yang diberi nama virus MI3, dan apat melakukan dua hal yakni membangun kerangka yang dibuat dari besi fosfat, dan kemudian memasukkan ke sebuah karbon nanotube untuk membuat elektroda kecil dan powerful.

Menurut Angela Belcher, pemimpin peneliti dari institute yang sama, elektroda memang dapat membuat memory sebuah device lebih powerful, seperti yang ada dalam MP3 player atau handphone, dan lebih ramah lingkungan daripada teknologi baterai biasanya. “User dapat menggunakan iPod sekitar 3 jam lebih lama dibandingkan baterai iPod biasa. Kami juga membuat skala besar untuk mobil. Semua itu karena dalam baterai terdapat virus yang mempu menambah power performance baterai, lebih baik daripada baterai biasa.” kata Belcher.

Teknologi baterai tersebut termasuk ramah lingkungan karena memiliki virus di dalamnya. “Kami telah membangun organisme, mengatur temperature, dan air dimana organisme dapat hidup. Ini adalah teknologi yang bersih.“ tambah Belcher. Material besi forfat bukanlah konduktor yang baik, namun dapat membuat material baterai lebih berguna ketika dipolakan dalam skala nano, yakni molekul skala mikroskopik.

Baterai lithium sebenarnya sangat powerful dan ringan, namun mereka tidak melepas elektron dengan cepat, dan virus organisme tersebut mampu melakukannya, sehingga mereka dapat memberikan power baterai berlebih. Teknologi baterai ini juga dapat dikomersialkan jika sudah siap, tambah Belcher.

Source :
beritaNET